Bagaimana Dinamika Historis, dan Urgensi Wawasan Nusantara sebagai Konsepsi dan Pandangan Kolektif Kebangsaan Indonesia dalam Konteks Pergaulan Dunia
Bagaimana Dinamika Historis, dan Urgensi Wawasan
Nusantara sebagai Konsepsi dan Pandangan Kolektif Kebangsaan Indonesia dalam
Konteks Pergaulan Dunia?
Wawasan Nusantara merupakan wawasan nasional (national outlook)
bangsa Indonesia yang selanjutnya dapat disingkat Wasantara. Wawasan nasional
merupakan cara pandang bangsa terhadap diri dan lingkungan tempat hidup bangsa
yang bersangkutan. Cara bangsa memandang diri dan lingkungannya tersebut sangat
mempengaruhi keberlangsungan dan keberhasilan bangsa itu menuju tujuannya. Bagi
bangsa Indonesia, Wawasan Nusantara telah menjadi cara pandang sekaligus
konsepsi berbangsa dan bernegara. Ia menjadi landasan visional Bangsa
Indonesia. Konsepsi Wawasan Nusantara, sejak dicetuskan melalui Deklarasi
Djuanda tahun 1957 sampai sekarang mengalami dinamika yang terus tumbuh dalam
praktek kehidupan bernegara. Jadi, bangsa Indonesia memandang wilayah berikut
bangsa yang ada di dalamnya sebagai satu kesatuan. Itulah esensi atau hakikat
dari wawasan nusantara. Hakikat atau esensi wawasan nusantara adalah “persatuan
bangsa dan kesatuan wilayah”.
Dengan adanya konsepsi Wawasan Nusantara wilayah Indonesia menjadi
sangat luas dengan beragam isi flora, fauna, serta penduduk yang mendiami
wilayah itu. Namun demikian, konsepsi wawasan nusantara juga mengajak seluruh
warga negara untuk memandang keluasan wilayah dan keragaman yang ada di
dalamnya sebagai satu kesatuan. Kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya,
pertahanan dan keamanan dalam kehidupan bernegara merupakan satu kesatuan. Luas
wilayah Indonesia tentu memberikan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk
mengelolanya. Hal ini dikarenakan luas wilayah memunculkan potensi ancaman dan
sebaliknya memiliki potensi keunggulan dan kemanfaatan. Wawasan nusantara yang
pada awalnya sebagai konsepsi kewilayahan berkembang menjadi konsepsi
kebangsaan. Artinya wawasan nusantara tidak hanya berpandangan keutuhan
wilayah, tetapi juga persatuan bangsa.
Bangsa
Indonesia dikenal sebagai bangsa yang heterogen. Heterogenitas bangsa ditandai
dengan keragaman suku, agama, ras, dan kebudayaan. Bangsa yang heterogen dan
beragam ini juga harus mampu bersatu.
Komentar
Posting Komentar